Dari sumber MikroTik Documentation (2024), firewall pada MikroTik mengimplementasikan packet filtering yang menyediakan fungsi keamanan untuk mengelola aliran data ke, dari, dan melalui router. Bersama dengan Network Address Translation, firewall berfungsi sebagai alat untuk mencegah akses tidak sah ke jaringan yang langsung terhubung dan router itu sendiri, serta sebagai filter untuk lalu lintas keluar.
Dari sumber NetworkTik (2024), MikroTik Firewall memiliki berbagai fitur seperti filter rules, NAT translation, packet marking, service port helpers, dan banyak lagi untuk melindungi jaringan Anda. Seluruh komponen ini bekerja bersama untuk membentuk sistem keamanan yang komprehensif.
Firewall MikroTik memiliki tiga chain utama yang masing-masing memiliki fungsi spesifik dalam pemfilteran paket data. Ketiga chain ini bekerja secara hirarkis dan memiliki peran penting dalam melindungi router dan jaringan yang terhubung.
Dari sumber MikroTik Wiki (2024), terdapat tiga chain yang telah didefinisikan sebelumnya dan tidak dapat dihapus: input - digunakan untuk memproses paket yang memasuki router melalui salah satu interface dengan alamat IP tujuan yang merupakan salah satu alamat router.
Dari sumber Forum MikroTik (2023), penjelasan singkat tentang berbagai chain adalah sebagai berikut:
Dari sumber VRealmatic (2023), chain input menangani lalu lintas masuk ke router (layanan router dan antarmuka) - misalnya, upaya login melalui SSH atau Winbox. Di sini, Anda dapat menentukan aturan untuk memblokir akses tidak sah atau untuk mengizinkan lalu lintas hanya dari sumber terpercaya.
Dari sumber yang sama, chain forward menangani lalu lintas yang melewati router, tidak ditujukan untuk router itu sendiri. Ini adalah lalu lintas antara jaringan yang berbeda, misalnya, antara jaringan internal dan internet.
Selanjutnya, chain output mengontrol lalu lintas keluar dari router - mengontrol lalu lintas yang dihasilkan oleh router dan menuju keluar darinya. Ini mencakup paket yang dikirim dari router ke perangkat atau jaringan lain.
Perlu diperhatikan bahwa urutan pemrosesan aturan firewall sangat penting. Paket data akan diproses berdasarkan urutan aturan dari atas ke bawah. Ketika sebuah paket cocok dengan kriteria suatu aturan, tindakan yang ditentukan akan dilakukan dan aturan selanjutnya tidak akan diproses (kecuali untuk tindakan passthrough).
Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa firewall MikroTik memiliki tiga chain utama (input, forward, dan output) yang masing-masing berfungsi untuk menangani lalu lintas data yang berbeda. Chain input menangani paket yang ditujukan ke router, chain forward menangani paket yang melewati router, dan chain output menangani paket yang berasal dari router. Pemahaman tentang ketiga chain ini sangat penting untuk membangun konfigurasi firewall yang efektif dan aman.
Dari sumber MikroTik Documentation (2024), input chain digunakan untuk memproses paket yang memasuki router melalui salah satu interface dengan alamat IP tujuan yang merupakan salah satu alamat router. Chain ini menjadi garis pertahanan pertama untuk router MikroTik Anda.
Dari sumber NetworkTik (2024), Chain Input berarti lalu lintas yang ditujukan dan berakhir di router MikroTik itu sendiri. Contohnya ketika Anda membuka sesi Winbox ke router MikroTik, itu termasuk chain input karena lalu lintas menuju ke router itu sendiri. Begitu juga jika Anda melakukan SSH ke router, atau ping ke router. Semua ini termasuk dalam chain input.
Input chain mengontrol akses ke router itu sendiri, termasuk layanan manajemen seperti Winbox, SSH, dan WebFig. Mengamankan chain ini sangat krusial karena berhubungan langsung dengan keamanan perangkat router Anda.
Dari sumber MikroTik Troubleshooting Guide (2024), aturan dasar yang penting untuk ditambahkan di input chain adalah menerima koneksi yang sudah established dan related:
Dari sumber ShellHacks (2023), salah satu aturan default yang penting adalah memeriksa paket yang masuk ke router apakah mereka merupakan bagian dari koneksi ESTABLISHED, RELATED, atau telah ditandai sebagai UNTRACKED:
Selanjutnya, penting untuk menambahkan aturan untuk ICMP (ping) agar router dapat dideteksi dalam jaringan:
Aturan untuk mengizinkan akses dari jaringan lokal (misalnya untuk manajemen):
Dan akhirnya, menambahkan aturan untuk menolak semua akses lainnya:
Berikut adalah contoh konfigurasi input chain yang lebih lengkap:
Pastikan Anda tidak mengunci diri sendiri dari akses router saat mengonfigurasi input chain. Selalu periksa kembali aturan yang diterapkan dan pastikan ada jalur akses aman dari jaringan lokal Anda. Jika Anda tidak yakin, gunakan fitur timeout pada aturan pertama kali Anda menerapkannya.
Untuk memeriksa aturan input chain yang telah dikonfigurasi:
Untuk melihat statistik aturan:
Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa input chain adalah komponen krusial dalam keamanan router MikroTik karena melindungi akses langsung ke router. Konfigurasi input chain yang tepat mencakup menerima koneksi established dan related, mengizinkan protokol seperti ICMP secara terbatas, mengizinkan akses manajemen hanya dari jaringan lokal yang terpercaya, dan menolak semua lalu lintas lainnya. Penting untuk menerapkan prinsip "least privilege" dalam mengonfigurasi input chain agar tidak ada celah keamanan yang terbuka.
Dari sumber MikroTik Wiki (2024), forward chain digunakan untuk memproses paket yang melewati router. Chain ini menangani semua lalu lintas yang bergerak melalui router tetapi tidak ditujukan untuk router itu sendiri.
Dari sumber NetworkTik (2024), sebagai contoh, jika Anda memiliki PC di LAN dan ingin mengakses google.com di browser Anda, maka lalu lintas berasal dari PC Anda, melewati router menuju server google.com di internet. Inilah yang disebut chain forward.
Forward chain mengontrol aliran data antar jaringan yang terhubung melalui router MikroTik. Ini sangat penting untuk mengatur lalu lintas dari jaringan lokal ke internet dan sebaliknya, serta antara berbagai segmen jaringan internal.
Dari sumber MikroTik Documentation (2024), Forward chain akan memiliki lebih banyak aturan daripada input: menerima koneksi established, related dan untracked; FastTrack koneksi established dan related (saat ini hanya IPv4); dan berbagai aturan lainnya untuk melindungi serangan langsung pada klien.
Berikut adalah aturan dasar untuk forward chain:
Dari sumber MikroTik Advanced Firewall (2023), aturan penting lainnya termasuk menerima lalu lintas yang sesuai dengan kebijakan IPSec, melindungi dari paket yang tidak di-NAT, dan menolak alamat IP yang tidak boleh di-forward:
Dari sumber MikroTik Documentation (2024), sebelum membuat aturan yang sebenarnya, diperlukan untuk membuat address-list yang berisi semua alamat IPv4/6 yang tidak dapat di-forward. Perhatikan bahwa dalam daftar ini rentang alamat multicast ditambahkan.
Berikut adalah contoh konfigurasi forward chain yang lengkap:
Dari sumber VRealmatic (2023), aturan FastTrack (chain=forward action=fasttrack-connection) memungkinkan pemrosesan lalu lintas reguler yang lebih cepat dengan melewati beberapa pemeriksaan lebih lanjut. Ini harus ditempatkan relatif tinggi dalam daftar aturan tetapi setelah aturan yang menolak lalu lintas invalid dan berpotensi berbahaya.
Pastikan untuk selalu menerapkan prinsip "deny by default" pada forward chain, artinya hanya mengizinkan lalu lintas yang secara eksplisit diizinkan dan menolak semua lalu lintas lainnya. Ini akan memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi untuk jaringan Anda.
Untuk memeriksa aturan forward chain yang telah dikonfigurasi:
Untuk melihat statistik aturan:
Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa forward chain adalah komponen penting dalam keamanan jaringan karena mengontrol lalu lintas yang melewati router MikroTik antara berbagai jaringan. Konfigurasi forward chain yang efektif mencakup penggunaan FastTrack untuk meningkatkan kinerja, menerima koneksi yang sudah established dan related, menolak koneksi invalid, dan menerapkan pembatasan untuk alamat IP yang tidak boleh di-forward. Forward chain juga penting untuk melindungi jaringan lokal dari ancaman eksternal dengan menolak lalu lintas dari WAN yang tidak melalui DSTNAT.
Dari sumber MikroTik Wiki (2024), output chain digunakan untuk memproses paket yang berasal dari router dan meninggalkannya melalui salah satu interface.
Dari sumber NetworkTik (2024), Chain Output berkaitan dengan lalu lintas yang berasal dari router MikroTik dan menuju ke tempat lain. Misalnya, jika Anda melakukan ping dari router MikroTik itu sendiri ke google.com, itu termasuk dalam chain output.
Output chain umumnya kurang diperketat dibandingkan dengan input dan forward chain, karena lalu lintas yang dihasilkan oleh router sendiri biasanya sudah terpercaya. Namun, mengonfigurasi output chain dengan tepat tetap penting untuk mencegah komunikasi yang tidak diinginkan jika router terinfeksi malware.
Dari sumber Forum MikroTik (2013), biasanya hanya ada satu aturan output yang mengizinkan semua lalu lintas, sehingga sebenarnya tidak melakukan apa-apa karena semua lalu lintas diizinkan secara default.
Namun, untuk keamanan yang lebih baik, berikut adalah beberapa aturan output chain dasar:
Dari sumber VRealmatic (2023), output chain mengontrol lalu lintas yang dihasilkan oleh router dan menuju keluar darinya. Ini mencakup paket yang dikirim dari router ke perangkat atau jaringan lain. Chain ini dapat digunakan untuk memantau atau membatasi lalu lintas keluar dari router, seperti peringatan sistem, kueri DNS, atau upaya pembaruan firmware.
Berikut adalah contoh konfigurasi output chain yang lebih spesifik:
Berhati-hatilah saat mengonfigurasi aturan output chain yang sangat ketat, karena dapat mengganggu fungsi penting router seperti pembaruan waktu, resolusi DNS, atau akses ke server pembaruan. Selalu pastikan Anda mengizinkan lalu lintas yang diperlukan untuk operasi normal router.
Untuk memeriksa aturan output chain yang telah dikonfigurasi:
Untuk melihat statistik aturan:
Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa output chain adalah bagian dari firewall MikroTik yang menangani lalu lintas yang dihasilkan oleh router itu sendiri. Meskipun sering kali kurang dibatasi dibandingkan input dan forward chain, mengonfigurasi output chain dengan tepat dapat memberikan lapisan keamanan tambahan dengan membatasi jenis lalu lintas yang dapat diinisiasi oleh router. Konfigurasi yang umum mencakup mengizinkan koneksi established dan related, DNS query, NTP update, dan mengizinkan akses ke server pembaruan MikroTik sambil menolak lalu lintas lainnya.
Dari sumber Forum MikroTik (2020), urutan aturan sangat penting, karena memengaruhi jumlah pemrosesan yang diperlukan untuk setiap paket. Aturan yang paling sering digunakan harus diletakkan sebelum aturan yang jarang digunakan.
Dari sumber ShellHacks (2023), ketika memproses sebuah chain, aturan diambil dari chain dalam urutan yang tercantum di sana dari atas ke bawah. Jika sebuah paket cocok dengan kriteria aturan, maka tindakan yang ditentukan akan dilakukan padanya, dan tidak ada lagi aturan yang diproses dalam chain tersebut (pengecualian adalah tindakan PASSTHROUGH).
Dari sumber MikroTik Documentation (2024), firewall MikroTik mengimplementasikan packet filtering stateful (dengan memanfaatkan connection tracking) dan stateless untuk menyediakan fungsi keamanan yang digunakan untuk mengelola aliran data ke, dari, dan melalui router.
Contoh penggunaan connection tracking:
Dari sumber Basic Universal Firewall Script (2023), pertama kita perlu membuat ADDRESS LIST dengan semua IP yang akan kita gunakan sebagian besar waktu.
Dari sumber MikroTik Documentation (2024), untuk melihat statistik pencocokan berdasarkan aturan firewall, jalankan perintah /ip firewall filter print stats atau /ipv6 firewall filter print stats untuk firewall IPv6.
Selalu lakukan backup konfigurasi sebelum melakukan perubahan besar pada firewall. Jika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, Anda dapat dengan cepat mengembalikan konfigurasi yang berfungsi. Juga, pertimbangkan untuk menggunakan fitur timeout saat menerapkan aturan baru untuk menghindari terkunci keluar dari router.
Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa praktik terbaik dalam konfigurasi firewall MikroTik meliputi penempatan aturan yang tepat dengan aturan yang paling sering digunakan ditempatkan di atas, penggunaan connection tracking untuk membedakan berbagai jenis koneksi, penggunaan address lists untuk manajemen alamat IP yang lebih efisien, dan monitoring rutin untuk memastikan firewall berfungsi sebagaimana mestinya. Mengikuti praktik-praktik ini akan membantu memastikan bahwa firewall MikroTik Anda tidak hanya aman tetapi juga efisien dalam memproses lalu lintas jaringan.